Tuhan Memilih Satu Bangsa untuk Perjumpaan Diri-Nya dengan Manusia
Di padang gurun, bukit berbatu, dan pasir yang membara,
Bangsa itu melangkah dengan kaki penuh harapan.
Membawa mimpi di tengah kelelahan,
Israel berjalan, meninggalkan Mesir yang dicinta,
Menuju Tanah Perjanjian yang suci dan abadi.
Dari lembah air mata mereka berjalan,
Dituntun Tuhan, siang dan malam.
Melintasi gurun yang kering dan sunyi,
Kehausan dan kelaparan menguji hati,
Bersungut-sungut, letih, marah, dan hampir putus asa,
Namun, tak ada jalan lain yang tersedia.
Tangan Tuhan yang perkasa dan setia,
Tetap memegang janji-Nya yang mulia.
Musa, seorang pemimpin yang tangguh dan bijaksana,
Bangkit membawa harapan di tengah keterpurukan.
Allah Yang Maha Besar memimpin langkah mereka,
Menuju Kanaan, tanah yang subur dan penuh makna.
Dalam perjalanan panjang yang berliku,
Ujian dan keajaiban datang silih berganti.
Keberanian dan iman mereka diuji,
Namun, teguhlah mereka pada janji yang diyakini.
Hingga akhirnya, di Tanah yang Dijanjikan,
Mereka temukan perlindungan dan kesejahteraan.
Yerusalem, kota suci nan bersejarah,
Menjadi saksi perjalanan penuh pengharapan.
Maret 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar