Selamat Hari Ibu
(oleh DR. Jupiter Sitorus Pane)
Pagi hari ketika tubuh
ini enggan ’ntuk beranjak dari pembaringan
Engkau bangkit,
Menyiapkan hari yang indah bagi suami dan anak-anakmu
Ketika malampun tiba,
Kau tak hendak segera ke pembaringan
Sebelum semua tertata rapih kembali dan terkunci rapat
Menyongsong esok hari yang lebih cerah.
Engkau baktikan hidupmu untuk suami dan anak-anakmu.
Ku tahu pasti kecantikan dan kemolekan tubuhmu mampu memikat dunia,
Bahkan rumput dan pohon hijau yang ada didepan rumah pun serasa cemburu pada
ayah
yang mampu memiliki dirimu.
Namun tak kau jadikan itu sebagai banggamu,
tetapi suami dan anak-anakmu.
Pesona dirimu dan kekuatan imaginasimu
mampu menjadikan engkau sebagai orang yang hebat,
Namun engkau menjadikan suami dan anak-anakmu sebagai kehebatanmu.
Pernah kau alami suatu prahara dalam hidupmu,
Tak kuasa aku menahan tangis
Ketika seluruh perhiasan yang selama ini menghiasi tubuhmu
Tergadai untuk menutupi kerugian usaha ayah yang jatuh bangkrut.
Namun kau simpan itu di dalam lubuk hatimu.
Kekuatan pribadimu tak terkalahkan oleh badai dan angin topan sekalipun
Senyummu menatap kehidupan
selalu membawa kebahagiaan, harapan dan kecerahan.
Dalam usiamu yang semakin tua,
Tubuhmu yang semakin lemah
Jangan pernah engkau bersedih,
karena hidupmu
selalu tumbuh dan mekar
dalam hidupku.
Selamat Hari Ibu
untukmu Ibuku tersayang
Pencipta puisi ini adalah Dr. Jupiter Sitorus Pane, Staff Ahli International
Atomic Energy Agency (IAEA) – Vienna, Austria
https://dwpkbriwina.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-ibu/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar